CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Ingin Sukses? Jangan Pernah Menyerah

GREAT BOOK...

Judul Buku: Trump - Jangan Pernah Menyerah!
Penulis: Donald Trump Bersama Meredith Mclver
ISBN: 9789792240665
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2009
Halaman: 185

Jika Anda penggemar acara-acara motivasi, atau acara-acara penggugah semangat, sesungguhnya apa yang Anda cari?

Sungguh-sungguh mencari ?pencerahan' atas kinerja dan kehidupan pekerjaan dan hubungan Anda atau sekadar mencari referensi bahwa Anda ?tidak sendirian' ketika merasa sedang ?down'?

Jujur saja, berapa persen sebenarnya
keefektifan acara-acara semacam itu? Saat Anda pulang dari seminar motivasi atau mematikan radio atau televisi setelah melihat dan mendengar acara semacam itu, apakah Anda benar-benar mendapat energi baru atau itu hanya sekadar lewat di pikiran dan akhirnya terpinggirkan karena pekerjaan yang kembali menumpuk?

Baiklah, kita anggap dulu semua orang butuh motivasi dalam hal apapun. Pekerjaan, hubungan percintaan, karir dan lain-lain. Lantas motivasi yang bagaimana yang sebenarnya Anda butuhkan? Saya yakin tidak semua orang cocok dengan model-model motivasi yang diberikan pakar-pakar motivasi itu. Mungkin ada yang memang sangat terpengaruh, tapi mungkin juga ada yang tidak.

Pada intinya setiap motivasi apapun modelnya semua tak jauh-jauh dari kata ?jangan menyerah', ?jangan putus asa' dan sebagainya.

Tapi sepertinya bukan karena latah ikut-ikutan pakar motivasi jika seorang Donald Trump menulis buku yang berjudul Jangan Pernah Menyerah! - Cara Aku Mengubah Rintangan Terbesarku Menjadi Kesuksesan. Buku yang ditulisnya bersama Meredith Mclver.

Meskipun saat ini Amerika sedang dilanda resesi, tapi tidak ada salahnya kita belajar tentang kisah kesuksesan yang diraih oleh orang yang dicatat Forbes tahun 2009 menjadi orang terkaya di Amerika urutan ke 134 dari 400 orang, dengan total kekayaan 3 miliar dolar AS, pria gaek berusia 62 tahun yang berdiam di New York, NY dan masih menjalankan kerajaan real estate-nya ini.

Saya tidak mengajak Anda bermimpi terlalu muluk, apalagi di jaman yang konon kabarnya lagi susah seperti sekarang. Kita bicara realistis saja. Menjadi seseorang seperti Donald Trump bukan perkara setelah baca bukunya maka Anda akan cling..berubah seperti dirinya, tapi kita ambil saja apa yang bisa kita pelajari dan terapkan dari dia.

Karena setiap orang butuh ?dorongan' yang berbeda-beda untuk menjalani kehidupannya. Seperti mejalankan bisnis, pasti dibutuhkan motivasi dalam marketingnya. tapi ilmu marketingnya tidak bisa digeneralisasikan begitu saja. Pedagang itik tentu ilmu marketingnya tidak akan sama dengan pedagang sepatu. Pedagang buah juga ilmu marketingnya tidak akan sama dengan pedagang spare part sepeda motor.

Apa yang disampaikan oleh Donald Trump, memang lebih banyak bercerita mengenai pengalamannya berkecimpung dibidang real estate. Saya tak akan protes karena itulah ilmunya, dia pakar dibidang itu. Tapi ada beberapa hal yang menurut saya Donald Trump menembus batas-batas ilmu Marketingnya di bidang real estate ke bidang yang lain.

Seperti pengembangan acara reality show The Apprentice. Saat acara itu diputar di Indonesia dan sukses, pernahkan terpikir oleh Anda semula acara itu ditentang habis-habisan oleh para penasihatnya? Tapi Trump feeling bisnisnya sepertinya lebih tajam dari dari semua asisstennya. Jika tidak, mungkin kita tidak akan pernah melihat acara itu di televisi. Dalam kasus ini Trump memberi catatan:
"Simaklah orang lain, tetapi jangan membantah insting Anda" (hal. 11)
Tapi di catatan akhirnya Trump tetap juga menyarankan kita harus yakin dulu apa yang kita putuskan memiliki perhitungan yang matang secara keuntungan.

Dalam catatan-catatan Trump yang lain dia, menuliskan selalu hal-hal yang bisa Anda lakukan dan menyarankan ?Buatlah Ini Terjadi Dalam Kehidupan Anda'.

Saran-saran ini lebih banyak untuk menggunakan insting Anda. Tidak masalah bisnis apa yang Anda geluti, pasti memerlukan insting dalam mengambil keputusan. Membaca buku-buku semacam ini, Anda tidak harus mencerna semua yang dituliskan, diperas saja mana yang sesuai dengan yang Anda butuhkan, bukankah buah jeruk tidak semua harus dimakan kan?

Apakah hari ini Anda sudah membuat catatan dengan keputusan dari insting Anda?


sumber:www.okezone.com






















1 komentar:

Anonim mengatakan...

pantang menyerah,usaha,doa...
kunci kesuksesan bagi gua..